Wuih….senyumannya benar – benar menggodaku…, Betapa manisnya dirimu…..wah kau memang makhluk Tuhan yang paling indah…bisakah aku memilikimu..??. Hahahahaha ini merupakan kata – kata yang kulontarkan saat pertama kali melihat gadis yang kuanggap seperti Lady Diana itu (lebay deh…). Yups… aku sangat menyukai gadis itu, kebetulan sih memang kita satu kelas di kampus . Gadis itu memang cantik, baik dan lucu lagi, itu terlihat dari tingkah lakunya, cara berbicaranya, dan cara dia menyapa teman – temanya, bahkan sampe marahpun dia ikuti dengan senyuman benar – benar lucu ya, hehehehehehe.
Suatu hari, aku ingin menyatakan perasaanku yang sudah lama terpendam kepada gadis yang biasa di panggil Dian ini, (bener kan kayak Lady Diana, namanya aja Dian, hehehehehe), sebelumnya memang sih aku sudah mencoba untuk mendekati gadis itu,yah bisa di bilang PDKT lah, aku sudah mencoba untuk mengajaknya ngobrol, main, bahkan sampai mampir ke kosnya untuk sekedar mengenal Dian lebih jauh (sejauh apa ya….Aceh ke Papua barangkali ya…), namun aku belum berani mengungkapkan perasaanku secara langsung, ya mungkin malu kali ya, atau barangkali pingin mengenal dia secara pribadi (cielehhhh). Dan waktu yang ku tunggu – tunggu untuk menyatakan isi hatiku telah tiba saatnya. Setelah itu aku menelepon Dian aku ingin mengajaknya makan malam di tempat yang kuanggap pas untuk mengungkapkan perasaanku.
“ Hallo met pagi Dian, lagi apa, udah mandi belum…?” Kataku sambil senyum – senyum sedikit
“ Met pagi juga, iya nieh baru mandi mau siap – siap berangkat ke kampus, tumben sih telepon pagi – pagi, ada apa ya….?” Tanya si Dian
“ Ehm gak apa – apa kug, Cuma pingin ngajak kamu makan bareng ntar malam, mau gak…?” jawabku
“Ouw, mau ngajak makan malam, ehmmmm…gmana ya….ehmm.. kalau boleh tau jam berapa …? Tanyanya
“ Ya sekitar jam 7 an gitu, bisa kan…?, kalau gak bisa juga gak papa jangan dipaksain.” Jawabku
“Ehm jam 7 ya…, ya dah wes, aku mau..” katanya menyetujui ajakanku…
“Oke dah, ntar aku jemput di kos kamu ya, jam 6, okey…” Kataku dengan senang hati
“Oke, ntar kalau mau ke kosku, kamu sms aku dulu ya…” Pintanya
“ Siap tuan Putri hehehehehe…” jawabku sambil tertawa..
“ Husss jangan panggil aku seperti itu, malu tau…, ya dah udah siang nie ntar telat lho, sampe ketemu di kampus ya, bye..” Jawabnya mengakhiri teleponku.
“ Hihihi oke dah, see you, have a nice day ya bye…” kataku sambil menutup sambungan teleponku..
Setelah itu aku langsung berangkat menuju ke kampus dengan perasaan yang tak bisa di deskripsikan dengan kata –kata, karena aku sangat senang tawaranku untuk mengajak dian makan malam diterima.
Setelah jam perkuliahan selesai aku langsung menghampiri Dian, untuk sekedar mengingatkan tentang acara makan malam bersama.
“ Dian, ntar jadi kan, kita makan malamnya…?” tanyaku pada Dian
“ O iya, jadi donks, ntar kamu kalau mau jemput aku, sms ya,…” jawabnya sambil menunjukkan senyum manisnya.
“ Oke dah, o iya mau sekalian bareng pulang tidak..?” tanyaku menawarkan tumpangan.
“ Ehm…gak usah wes, aku pulang bareng Vivi aja, kasian dia sendirian…” katanya
“ Ouw ya dah, ati – ati ya…sampe ketemu ntar malam ya, bye…” kataku sambil meninggalkan Dian dan Vivi temenya.
Setelah itu aku langsung menuju ke rumahku, dan langsung istirahat. Setelah badanku fit lagi, aku langsung mandi dan bersiap – siapuntuk pergi dengan Dian, karena jam dinding di rumahku sudah menunjukkan pukul 17.00. Setelah mandi, aku kemudian langsung ganti baju dan berusaha tampil semaksimal mungkin agar Dian tidak malu jalan denganku, hehehehehe. Setelah semuanya siap, aku langsung mengirim pesan singkat ke Handphoneya Dian, bahwa sebentar lagi aku akan menuju ke kosnya, dan berharap dia sudah siap untuk pergi makan malam bersamaku. Aku langsung mengambil sepedaku dan langsung menuju ke kosnya Dian. Ternyata Dian sudah menunggu di depan pintu gerbang kosnya, wuih dia tampak cantik, seperti bidadari yang turun dari langit, hihihihi.
“ Hei udah lama kamu menunggu ..?” tanyaku
“ Ehm gak kug baru saja..?” jawabnya
“Ouw, ehm kamu tampak cantik Ian.., seperti bidadari…hehehehe” jawabku sambil ngegombal sedikit
“ Ah kamu ini bisa saja, gmana ini jadi tidak makan malanya, kalu gak jadi aku balik lagi nieh….!!”
“ Ehm Iya iya jadilah… jangan gituw donk….masak dah dandan cantik - cantik mau masuk lagi hehehehe…ayo naik, kita berangkat ”
Setelah itu aku dan Dian langsung berangkat menuju tempat yang sudah kupilih tadi. Setelah sampai di sana aku langsung mencari tempat duduk yang cocok untuk kita berdua,. Aku langsung meminta menu makanan dan langsung memesannya. Sambil menunggu makanannya siap, aku mengajak ngobrol Dian, aku menanyakan tentang aktivitasnya, keluarganya dan apapun yang di sukainya. Tak beberapa lama akhirnya makanan yang aku pesan datang, kami langsung menikmatinya, sambil ngobrol sedikit – sedikit. Setelah makanan kami habis, tiba saatnya kini aku akan menyatakan perasaanku pada Dian. Agak gugup sih pertamanya, namun aku sudah siap menerima jawaban apapun dari dirinya.
“ Ehm enak ya makanannya, menurut kamu gimana…? “ tanyaku membuka pembicaraan
“ Ehm iya nieh,enak banget, kamu pinter ya milih tempat makan….hehehehehe” jawabnya
“ Iyalah, masak untuk wanita secantik kamu, aku milihin tempat makanan yang gak enak sih, hehehehe ntar kamu malah sakit perut…” jawabku
“ Ah kamu bisa saja….”
“ Hehehehe. Ehm Ian aku boleh ngomong sesuatu gak..?” tanyaku
“Ehm ya boleh lah, memangnya mau tanya apa..?”
“ Gni Ian, to the point saja ya.. Ian mulai awal aku melihat dirimu, aku sangat tertarik denganmu, wajahmu, senyumanmu, tingkah lakumu, seakan mengubah duniaku, aku terus memikirkan dirimu, dalam tidurku aku selalu mengingat wajahmu, apalagi kalau kita bertemu di kampus, aku sangat senang ketemu dengan kamu, dirimu menyadikanku bersemangat untuk mengikuti setiap jam perkuliahan di kampus, dirimu bagaikan bidadari yang turun dari langit, aku suka ma kamu Ian, aku tak ingin memendam perasaan ini terlalu lama, hari ini adalah hari yang pas untuk mengatakan hal ini, aku cinta ma kamu Ian, Ian maukah kamu jadi pengisi hatiku yang kosong ini..?” Huft…kata – kata ini tak kusangka bisa keluar dari mulutku….
“ Ehm…sebelumnya aku mau ngucapin terimakasih banyak, karena kamu udah ngajak aku makan malam bersama, aku seneng banget bisa jalan ma kamu, maksih banyak ya…ehm terus kalu soal yang kamu omongin tadi, aku kayaknya bingung mau jawab apa, aku juga senang ma kamu, tapi…………..untuk kali ini aku mau bilang maaf ke kamu, aku masih pingin nerusin kuliahku dulu, aku masih gak pingin pacaran dulu, sebelum kuliahku selesai. Maaf ya, semoga kamu gak sedih mendengar jawabanku ini, tapi kamu masih boleh tetep jadi Bestfriendku kok, tenang aja, aku tambah seneng lho aku bisa kenal kamu lebih jauh lagi, hihihihi, moga kamu ngerti jawabanku ini…”Jawabnya menanggapi perasaan hatiku…
“ Ehmmmmmm yah, jadi kamu masih belum bisa nerima aku untuk jadi pacarmu….?” Tanyaku dengan nada agak sedih
“ He’em, aku masih ingin nglanjutin kuliahku dulu, setelah itu pasti Dia akan nyediain yang terbaik buatku…” jawabnya
“ Ouw ya ya ya ya, ya sudah aku terima jawabannmu, semoga ini jawaban yang terbaik buatku dan kamu, tapi aku masih boleh kan jalan bareng ma kamu kan…?”
“ Ya boleh lah, aku malah seneng bisa jalan ma kamu, hehehehehe..”
“ Ya sudah, terimakasih banyak ya Ian atas semua jawabanmu, aku ngerti kuk perasaan kamu, ya semoga saja apa yang kamu cita – citakan terwujud, termasuk lulus kuliah dengan predikat memuaskan, amin.”
“ehm oke dah makasih ya, kamu dah memberiku semngad, kamu juga ya harus tetap semangad, okey…”
“ siiip….ya udah, yuk kita pulang, gak kerasa dah jam 9 malam, bisa – bisa ntar kamu gak boleh masuk kos..”
“ Iya nieh, yuk cabut….”
Setelah membayar biaya makanan yang kupesan tadi, aku langsung mengajak Dian pulang dan mengantarnya ke kos. Akhirnya sampailah aku di kosnya Dian.
“ Aku masuk dulu ya, makasih dah ajak aku makan malam, lain kali lagi ya….hehehehehe, ya est sampe besok di kampus ya, jangan telat lho, ati – ati ya…bye…” Katanya sambil berpamitan..
“ Oke dah, aku juga makasih ma kamu karena kamu udah mau jalan ma aku, makasih ya Ian, mpe ketemu besok, met malam, met bobok, have a nice dream ya….God Bless You bye…” Kataku sambil langsung mengendarai sepedaku, untuk meninggalkan tuan Putriku…
“Oke hati hati ya met malem….” Katanya kepadaku
Aku langsung meluncur menuju rumahku, dengan perasaan yang sedih namun bangga, sedih karena di tolak, namun bangga karena masih bisa jadi teman baiknya. Dari kejadian ini aku belajar, bahwa jika aku mencintai orang lain, aku mengatakan perasaanku padanya, bahwa aku ingin memilikinya, tapi ia tdak mau menerimaku, bukan berarti perjuanganku untuk mendapatkan pendamping yang pas bagiku berakhir. Tak bisa jadi Pacar, namun hanya bisa jadi teman baiknya, sudah membuatku senang. Semoga ini menjadi jawaban yang terbaik bagiku, jika nanti ia memang benar jodohku, Tuhan pasti akan memberikannya Padaku. Amin :)…
<<<>>>
By :Jhe_Note Diary
Suatu hari, aku ingin menyatakan perasaanku yang sudah lama terpendam kepada gadis yang biasa di panggil Dian ini, (bener kan kayak Lady Diana, namanya aja Dian, hehehehehe), sebelumnya memang sih aku sudah mencoba untuk mendekati gadis itu,yah bisa di bilang PDKT lah, aku sudah mencoba untuk mengajaknya ngobrol, main, bahkan sampai mampir ke kosnya untuk sekedar mengenal Dian lebih jauh (sejauh apa ya….Aceh ke Papua barangkali ya…), namun aku belum berani mengungkapkan perasaanku secara langsung, ya mungkin malu kali ya, atau barangkali pingin mengenal dia secara pribadi (cielehhhh). Dan waktu yang ku tunggu – tunggu untuk menyatakan isi hatiku telah tiba saatnya. Setelah itu aku menelepon Dian aku ingin mengajaknya makan malam di tempat yang kuanggap pas untuk mengungkapkan perasaanku.
“ Hallo met pagi Dian, lagi apa, udah mandi belum…?” Kataku sambil senyum – senyum sedikit
“ Met pagi juga, iya nieh baru mandi mau siap – siap berangkat ke kampus, tumben sih telepon pagi – pagi, ada apa ya….?” Tanya si Dian
“ Ehm gak apa – apa kug, Cuma pingin ngajak kamu makan bareng ntar malam, mau gak…?” jawabku
“Ouw, mau ngajak makan malam, ehmmmm…gmana ya….ehmm.. kalau boleh tau jam berapa …? Tanyanya
“ Ya sekitar jam 7 an gitu, bisa kan…?, kalau gak bisa juga gak papa jangan dipaksain.” Jawabku
“Ehm jam 7 ya…, ya dah wes, aku mau..” katanya menyetujui ajakanku…
“Oke dah, ntar aku jemput di kos kamu ya, jam 6, okey…” Kataku dengan senang hati
“Oke, ntar kalau mau ke kosku, kamu sms aku dulu ya…” Pintanya
“ Siap tuan Putri hehehehehe…” jawabku sambil tertawa..
“ Husss jangan panggil aku seperti itu, malu tau…, ya dah udah siang nie ntar telat lho, sampe ketemu di kampus ya, bye..” Jawabnya mengakhiri teleponku.
“ Hihihi oke dah, see you, have a nice day ya bye…” kataku sambil menutup sambungan teleponku..
Setelah itu aku langsung berangkat menuju ke kampus dengan perasaan yang tak bisa di deskripsikan dengan kata –kata, karena aku sangat senang tawaranku untuk mengajak dian makan malam diterima.
Setelah jam perkuliahan selesai aku langsung menghampiri Dian, untuk sekedar mengingatkan tentang acara makan malam bersama.
“ Dian, ntar jadi kan, kita makan malamnya…?” tanyaku pada Dian
“ O iya, jadi donks, ntar kamu kalau mau jemput aku, sms ya,…” jawabnya sambil menunjukkan senyum manisnya.
“ Oke dah, o iya mau sekalian bareng pulang tidak..?” tanyaku menawarkan tumpangan.
“ Ehm…gak usah wes, aku pulang bareng Vivi aja, kasian dia sendirian…” katanya
“ Ouw ya dah, ati – ati ya…sampe ketemu ntar malam ya, bye…” kataku sambil meninggalkan Dian dan Vivi temenya.
Setelah itu aku langsung menuju ke rumahku, dan langsung istirahat. Setelah badanku fit lagi, aku langsung mandi dan bersiap – siapuntuk pergi dengan Dian, karena jam dinding di rumahku sudah menunjukkan pukul 17.00. Setelah mandi, aku kemudian langsung ganti baju dan berusaha tampil semaksimal mungkin agar Dian tidak malu jalan denganku, hehehehehe. Setelah semuanya siap, aku langsung mengirim pesan singkat ke Handphoneya Dian, bahwa sebentar lagi aku akan menuju ke kosnya, dan berharap dia sudah siap untuk pergi makan malam bersamaku. Aku langsung mengambil sepedaku dan langsung menuju ke kosnya Dian. Ternyata Dian sudah menunggu di depan pintu gerbang kosnya, wuih dia tampak cantik, seperti bidadari yang turun dari langit, hihihihi.
“ Hei udah lama kamu menunggu ..?” tanyaku
“ Ehm gak kug baru saja..?” jawabnya
“Ouw, ehm kamu tampak cantik Ian.., seperti bidadari…hehehehe” jawabku sambil ngegombal sedikit
“ Ah kamu ini bisa saja, gmana ini jadi tidak makan malanya, kalu gak jadi aku balik lagi nieh….!!”
“ Ehm Iya iya jadilah… jangan gituw donk….masak dah dandan cantik - cantik mau masuk lagi hehehehe…ayo naik, kita berangkat ”
Setelah itu aku dan Dian langsung berangkat menuju tempat yang sudah kupilih tadi. Setelah sampai di sana aku langsung mencari tempat duduk yang cocok untuk kita berdua,. Aku langsung meminta menu makanan dan langsung memesannya. Sambil menunggu makanannya siap, aku mengajak ngobrol Dian, aku menanyakan tentang aktivitasnya, keluarganya dan apapun yang di sukainya. Tak beberapa lama akhirnya makanan yang aku pesan datang, kami langsung menikmatinya, sambil ngobrol sedikit – sedikit. Setelah makanan kami habis, tiba saatnya kini aku akan menyatakan perasaanku pada Dian. Agak gugup sih pertamanya, namun aku sudah siap menerima jawaban apapun dari dirinya.
“ Ehm enak ya makanannya, menurut kamu gimana…? “ tanyaku membuka pembicaraan
“ Ehm iya nieh,enak banget, kamu pinter ya milih tempat makan….hehehehehe” jawabnya
“ Iyalah, masak untuk wanita secantik kamu, aku milihin tempat makanan yang gak enak sih, hehehehe ntar kamu malah sakit perut…” jawabku
“ Ah kamu bisa saja….”
“ Hehehehe. Ehm Ian aku boleh ngomong sesuatu gak..?” tanyaku
“Ehm ya boleh lah, memangnya mau tanya apa..?”
“ Gni Ian, to the point saja ya.. Ian mulai awal aku melihat dirimu, aku sangat tertarik denganmu, wajahmu, senyumanmu, tingkah lakumu, seakan mengubah duniaku, aku terus memikirkan dirimu, dalam tidurku aku selalu mengingat wajahmu, apalagi kalau kita bertemu di kampus, aku sangat senang ketemu dengan kamu, dirimu menyadikanku bersemangat untuk mengikuti setiap jam perkuliahan di kampus, dirimu bagaikan bidadari yang turun dari langit, aku suka ma kamu Ian, aku tak ingin memendam perasaan ini terlalu lama, hari ini adalah hari yang pas untuk mengatakan hal ini, aku cinta ma kamu Ian, Ian maukah kamu jadi pengisi hatiku yang kosong ini..?” Huft…kata – kata ini tak kusangka bisa keluar dari mulutku….
“ Ehm…sebelumnya aku mau ngucapin terimakasih banyak, karena kamu udah ngajak aku makan malam bersama, aku seneng banget bisa jalan ma kamu, maksih banyak ya…ehm terus kalu soal yang kamu omongin tadi, aku kayaknya bingung mau jawab apa, aku juga senang ma kamu, tapi…………..untuk kali ini aku mau bilang maaf ke kamu, aku masih pingin nerusin kuliahku dulu, aku masih gak pingin pacaran dulu, sebelum kuliahku selesai. Maaf ya, semoga kamu gak sedih mendengar jawabanku ini, tapi kamu masih boleh tetep jadi Bestfriendku kok, tenang aja, aku tambah seneng lho aku bisa kenal kamu lebih jauh lagi, hihihihi, moga kamu ngerti jawabanku ini…”Jawabnya menanggapi perasaan hatiku…
“ Ehmmmmmm yah, jadi kamu masih belum bisa nerima aku untuk jadi pacarmu….?” Tanyaku dengan nada agak sedih
“ He’em, aku masih ingin nglanjutin kuliahku dulu, setelah itu pasti Dia akan nyediain yang terbaik buatku…” jawabnya
“ Ouw ya ya ya ya, ya sudah aku terima jawabannmu, semoga ini jawaban yang terbaik buatku dan kamu, tapi aku masih boleh kan jalan bareng ma kamu kan…?”
“ Ya boleh lah, aku malah seneng bisa jalan ma kamu, hehehehehe..”
“ Ya sudah, terimakasih banyak ya Ian atas semua jawabanmu, aku ngerti kuk perasaan kamu, ya semoga saja apa yang kamu cita – citakan terwujud, termasuk lulus kuliah dengan predikat memuaskan, amin.”
“ehm oke dah makasih ya, kamu dah memberiku semngad, kamu juga ya harus tetap semangad, okey…”
“ siiip….ya udah, yuk kita pulang, gak kerasa dah jam 9 malam, bisa – bisa ntar kamu gak boleh masuk kos..”
“ Iya nieh, yuk cabut….”
Setelah membayar biaya makanan yang kupesan tadi, aku langsung mengajak Dian pulang dan mengantarnya ke kos. Akhirnya sampailah aku di kosnya Dian.
“ Aku masuk dulu ya, makasih dah ajak aku makan malam, lain kali lagi ya….hehehehehe, ya est sampe besok di kampus ya, jangan telat lho, ati – ati ya…bye…” Katanya sambil berpamitan..
“ Oke dah, aku juga makasih ma kamu karena kamu udah mau jalan ma aku, makasih ya Ian, mpe ketemu besok, met malam, met bobok, have a nice dream ya….God Bless You bye…” Kataku sambil langsung mengendarai sepedaku, untuk meninggalkan tuan Putriku…
“Oke hati hati ya met malem….” Katanya kepadaku
Aku langsung meluncur menuju rumahku, dengan perasaan yang sedih namun bangga, sedih karena di tolak, namun bangga karena masih bisa jadi teman baiknya. Dari kejadian ini aku belajar, bahwa jika aku mencintai orang lain, aku mengatakan perasaanku padanya, bahwa aku ingin memilikinya, tapi ia tdak mau menerimaku, bukan berarti perjuanganku untuk mendapatkan pendamping yang pas bagiku berakhir. Tak bisa jadi Pacar, namun hanya bisa jadi teman baiknya, sudah membuatku senang. Semoga ini menjadi jawaban yang terbaik bagiku, jika nanti ia memang benar jodohku, Tuhan pasti akan memberikannya Padaku. Amin :)…
<<<
By :Jhe_Note Diary




suda tak baca uL .. meski sedikit ngawurr km punya bakat terpendam trnyata .. :D
ReplyDeleteGan...
ReplyDeletecheck this out ya :
http://mybubblegumstory.blogspot.com/
and join my new blog
thalns :D